Walhi Lampung Tolak HTI di Register 47 Lampung Tengah

 Berita

walhi lampung Walhi Lampung Tolak HTI di Register 47 Lampung TengahWahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menolak investasi ruang secara rakus di kawasan Register 47 Way Terusan Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut Direktur Eksekutih Walhi Lampung, Bejoe Dewangga, di Bandarlampung, Jumat, pihaknya juga meminta kepada Bupati Lampung Tengah Pairin maupun Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP, untuk tidak menerbitkan rekomendasi izin hutan tanaman industri (HTI) baru di Register 47 Way Terusan tersebut.

Rekomendasi dalam rencana pengelolaan hutan jangka panjang (RPJP) yang disusun Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) kawasan Register 47 Way Terusan pada tahun 2009 tidak mengakomodasi pola HTI, melainkan berpola hutan kemasyarakatan (HKm) dan hutan tanaman rakyat (HTR), ujar Bejoe pula.

Guna memfasilitasi tata kelola wilayah Register 47 Way Terusan itu, Koalisi LSM (Walhi Lampung, Kawan Tani, KBH Lampung, Pillar, Perkumpulan Kampung Lampung Tengah, dan Sertani) yang dibantu oleh Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP Lampung) selama seminggu melakukan pemetaan wilayah terhitung sejak tanggal 22-28 September 2013.

Kementerian Kehutanan telah membatalkan SP-1 IUPHHK-HTI PT Garuda Panca Artha (anak perusahanaan Sugar Group Company).

Walhi Lampung menilai, penerbitan izin HTI Register 47 Way Terusan itu hanya akan mengambil ruang kelola masyarakat yang saat ini telah menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat, dan mempertimbangkan pengelolaan dengan model HTI ini hanya akan menguntungkan pengusaha dan justru akan menimbulkan peluang konflik dengan masyarakat yang lebih besar.

Menurut Bejoe, setelah melakukan pemetaan, tim Koalisi LSM kembali memfasilitasi masyarakat untuk perencanaan desa dan tata kelola wilayah berdasarkan hasil pemetaan oleh SLPP Lampung sebulan sebelumnya. Perencanaan desa dan tata kelola wilayah dilaksanakan pada tanggal 25–27 Oktober 2013.

Hasil perencanaan desa dan tata kelola di Register 47 Way Terusan ini, akan dipresentasikan dalam pertemuan multipihak di Gunung Sugih Lampung Tengah yang akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2013.

Pertemuan multipihak itu akan dihadiri oleh bupati, DPRD, dan seluruh instansi terkait di Kabupaten Lampung Tengah dengan harapan akan ada solusi yang pasti untuk pengelolaan di Register 47 Way Terusan dari tiga opsi yang ditawarkan, yaitu HKm, HTR, dan Kemitraan bersama KPHP Way Terusan. (metrotvnews.com)

Author: